Pengertian Bounce Rate dan Cara Mengatasinya

Pengertian Bounce Rate dan Cara Mengatasinya

Pengertian Bounce Rate dan Cara Mengatasinya - Bounce Rate merupakan perilaku pengunjung suatu blog yang mereka langsung pergi meninggalkan blog tersebut tanpa membaca atau mengklik halaman lain. Misalnya kita berkunjung ke website tentang bisnis tapi, kita tidak tertarik dan langsung begitu saja meninggalkan website tersebut tanpa punya keingininan membuka halaman lain dari website tersebut karena, kemungkinan kita tidak menemukan konten yang kita cari. 

Bounce rate ini sangat erat kaitannya dengan konten dan design dari website itu sendiri. Kemungkinan terjadinya Bounce rate ini juga karena ada beberapa faktor dari perilaku pengunjung, diantaranya : 
  • Pengunjung menekan tombol “back” atau “kembali” pada browsernya.
  • Pengunjung menutup browsernya langsung
  • Pengunjung mengklik salah satu iklan yang ada di website tersebut
  • Pengunjung mengklik slaah satu eksternal link
  • Pengunjung mengetikan url baru dibrowsernya
  • Etc
Semua tindakan diatas akan menyebabkan pengujung pergi meninggalkan blog kita dan meyebabkan tingkat bounce rate kita tinggi.

Bounce Rate yang Tinggi apakah itu Jelek??

Pada umumnya orang beranggapan bahwa bounce rate tinggi itu jelek. Bounce rate yang tinggi biasanya menunjukkan bahwa pengujung tidak mendapatkan informasi yang mereka cari sehingga langsung meninggalkan website kita. Namun hal ini tidak selalu terjadi, bisa juga pengunjung blog yang datang ke website kita dengan menggunakan kata kunci (keyword) yang berbeda. Misalnya kita membahas tentang “sepatu kulit murah” di website kita tetapi, pengunjung datang dengan kata kunci “kaus kaki murah”, kemungkinan pengujung langsung pergi, meskipun sebenarnya dua kata kunci diatas masih relevan.

Logikanya jika bounce rate tinggi maka kemungkinan konversinya pun rendah. Jika kita seorang affiliate maka ini sangat merugikan kita, bagaimana bisa terjadi penjualan jika pengunjung datang lalu pergi, datang lalu pergi, walaupun semuanya ini tidak mutlak masih ada beberapa faktor lain seperti kontennya jelek atau terlalu pendek, bahasa acak-acakan, navigasi website tidak jelas, etc.

Beberapa poin berikut ini dapat mengurangi tingkat bounce rate blog Anda
Design dari blog
. Design blog yang jelek misalnya warna background gelap, kombinasi warna tidak serasi, terdapat animasi flash menyebabkan waktu loading lebih lama, ada musiknya. Ini membuat pengunjung tidak nyaman saat membaca konten pada blog tersebut, sehingga pengunjung memutuskan untuk langsung pergi.

Waktu loading blog. Jika sebuah halaman blog anda memiliki waktu loading lama, maka pengunjung kemungkinan akan pergi, karena pada umumnya orang tidak suka menunggu lama-lama.

Kata kunci. Jika kita menulis sebuah artikel, pastikan kata kunci (keyword) yang kamu target relevan dengan isi artikel kamu.

Judul dan deskripsi yang relevan. Kita harus meberikan judul dan deskripsi yang relevan, karena judul akan muncul paling atas di mesin pencari seperti google. Misalnya kita meberi judul postingan blog kita seperti ini “Tiga Langkah Mudah Menghilangkan Jerawat Tanpa Bekas” ketika pengunjung mengklik judul tersebut yang muncul adalah produk obat jerawat yang kita jual, sudah pasti mereka kecewa karena berharap menemukan langkah atau cara mudah menghilangkan jerawat, bukan obat jerawat.

Gambar. Idealnya setiap kita menulis untuk blog disertai dengan gambar, selain terlihat profesional bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang apa yang sedang kita jelaskan atau jual di dalam artikel tersebut. Namun antara artikel dan gambar harus sesuai, jika tidak sesuai, kita mungkin bisa kehilangan pengunjung.

Kesederhanaan. Buatlah sebuah blog yang sederhana tapi rapi. Pada top navigasi buat tidak lebih dari 5 halaman.

Pilih bahasa sesuai dengan target blog kamu. Jika target kita adalah seorang profesional mungkin bahasa yang kita gunakan harus formal sesuai EYD. Jika anak muda sebaiknya gunakan bahasa sehari-hari, menulis blog layaknya sedang berkomunikasi tatap muka.

Tetap up to date. Selalu update konten blog sehingga jika ada pengunjung yg terkesan dengan blog kita maka mereka akan kembali lagi untuk mendapatkan informasi terbaru dari konten maupun artikel dari blog kita. Tambahkan kotak pencarian di blog. Pengguna sering mencari apa yang mereka cari jika mereka tidak melihatnya langsung. 

Bounce Rate 

Dalam hal optimasi mesin pencari, bounce rate (rasio pantulan) adalah salah satu metrik terpenting untuk mengukur efisiensi dan relevansi halaman arahan. Kemudian kita akan menemukan penjelasan tentang apa yang harus kita perhatikan ketika mengevaluasi bounce rate (rasio pentalan) di Google Analytics dan apa yang membedakannya dari tingkat keluar. 

Berapa tingkat  bounce rate atau pantulannya?

Bounce Rate (rasio pentalan) menunjukkan pengguna yang berasal dari Google (sumber lalu lintas) dan mengklik situs web atau halaman arahan lalu meninggalkan halaman ini tanpa interaksi. Pengguna ini kemudian diperhitungkan dalam rasio pentalan. Tarif ini terdiri dari "pengguna lompat" dan total pengguna dan ditampilkan dalam persen. Bounce Rate (rasio pantulan) diukur secara berbeda di setiap alat analisis web. Waktu adalah poin penting, yaitu berapa lama pengguna harus menjelajahi situs sebelum dikecualikan dari rasio pentalan.

Mengapa Bounce Rate (rasio pantulan) penting?

Relevansi halaman arahan dengan audiens atau kata kunci tertentu adalah indikasi bounce rate (rasio pantulan), yaitu semakin tinggi bounce rate (rasio pentalan), semakin tidak relevan situs web untuk Google. Tujuannya adalah untuk selalu membawa konten penting dengan cara yang dapat dimengerti dalam pengoptimalan halaman arahan dan untuk meyakinkan pengguna penawaran.

Potensi penyebab Bounce Rate (rasio pentalan) tinggi

  • Bidang pandang pertama yang tidak menarik (pengguna tidak menemukan sesuatu yang menarik tanpa menggulir)
  • Dukungan browser hilang (pengguna mungkin tidak melihat situs web dengan benar karena browsernya)
  • Iklan yang mengganggu
  • Logika halaman arahan tidak dipahami (pengguna tidak mengerti bagaimana dia berasal dari mana desain halaman berasal)
  • Waktu pemuatan yang terlalu lama atau kinerja yang buruk
  • Disajikan berbeda dari yang sebenarnya ada di situs web (pengguna tidak menemukan apa yang dia harapkan)
Jika semua poin ini diperhitungkan, situs tidak boleh diizinkan untuk memiliki bounce rate (rasio pentalan) yang terlalu tinggi.

Apakah Google Analytics salah?

Google Analytics juga menghitung semua pengguna yang mengejar satu atau dua klik. Ada masalah yang terutama dengan blog, pengguna sering hanya membaca satu artikel, kemudian kembali lagi dan kembali besok dan hanya membaca satu artikel lagi. Setiap kali ini terjadi, Google Analytics menghitung "pengguna lompat" untuk itu. Ini sangat kuat dengan blog yang sering kita kunjungi dan sudah tahu. Oleh karena itu, pengukuran standar memberikan kesan palsu.

Solusi

Kita mengubah waktu yang harus dihabiskan pengguna di situs web. Kita masuk ke JavaScript halaman kita dan menambahkan

setTimeout('_gaq.push(['_trackEvent', 'NoBounce', 'Lebih dari 10 detik'])',10000);

(tidak italic) di bawah

pageTracker._trackPageview();

J. Untuk kode lama kita hanya mengambil satu ini di sini:

setTimeout('pageTracker._trackEvent('NoBounce', 'NoBounce', 'Lebih dari 10 detik')',10000);

Kode ini setara dengan 10 detik dan kita telah melihat 1 halaman. Kita dapat memutuskan sendiri berapa lama waktu yang dibutuhkan, kita cukup mengubah nilai 10000 dari 10 detik.

Hasilnya

Contoh yang baik dari efek mengubah waktu sampai berapa lama bounce rate (pantulan) seperti itu dihitung adalah:


Di sini, tingkat bounce rate (pantulan) telah turun lebih dari 70% menjadi sekitar 30% karena pengaturan ini saja.
LihatTutupKomentar